Total Tayangan Halaman

Selasa, 27 Maret 2012

Kanker Serviks


Kanker Leher Rahim (Serviks)
 Kanker serviks adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina). Kanker ini 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita.
Sebeberapa bahaya penyakit kanker serviks ini?
 Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks. Sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.


Penyebab Kanker Serviks
 Pertama, kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal.Akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18.
            Kedua, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.
Cara penularan kanker serviks
 Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital.
 Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.
Gejala Kanker Serviks
 Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Gejala kanker serviks tingkat lanjut :
  • Munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding).
  • Keputihan yang berlebihan dan tidak normal.
  • Perdarahan di luar siklus menstruasi.
  • Penurunan berat badan drastis.
  • Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.
Masa pertumbuhan kanker serviks
 Masa preinvasif  (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit ini terbilang cukup lama, sehingga penderita yang berhasil mendeteksinya sejak dini dapat melakukan berbagai langkah untuk mengatasinya. Infeksi menetap akan menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang akhirnya dapat mengarah pada perkembangan kanker. Perkembangan ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker serviks.
Perokok berisiko terjangkit kanker serviks?
 Ada banyak penelitian yang menyatakan hubungan antara kebiasaan merokok dengan meningkatnya risiko seseorang terjangkit penyakit kanker serviks. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di Karolinska Institute di Swedia dan dipublikasikan di British Journal of Cancer pada tahun 2001. Menurut Joakam Dillner, M.D., peneliti yang memimpin riset tersebut, zat nikotin serta “racun” lain yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada rahim. “Cervical neoplasia adalah kondisi awal berkembangnya kanker serviks di dalam tubuh seseorang,” ujarnya.
Yang berisiko terinfeksi Kanker serviks!
 Perempuan yang rawan mengidap kanker serviks adalah mereka yang berusia antara 35-50 tahun, terutama Anda yang telah aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun. Hubungan seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun. Kanker leher rahim juga berkaitan dengan jumlah lawan seksual. Semakin banyak lawan seksual yang Anda miliki, maka kian meningkat pula risiko terjadinya kanker leher rahim. Sama seperti jumlah lawan seksual, jumlah kehamilan yang pernah dialami juga meningkatkan risiko terjadinya kanker leher rahim. Anda yang terinfeksi virus HIV dan yang dinyatakan memiliki hasil uji pap smear abnormal, serta para penderita gizi buruk, juga berisiko terinfeksi virus HPV. Pada Anda yang melakukan diet ketat, rendahnya konsumsi vitamin A, C, dan E setiap hari bisa menyebabkan berkurangnya tingkat kekebalan pada tubuh, sehingga Anda mudah terinfeksi.
Cara mendeteksi kanker serviks
 Pap smear adalah metode pemeriksaan standar untuk mendeteksi kanker leher rahim. Namun, pap smear bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. Ada pula jenis pemeriksaan dengan menggunakan asam asetat (cuka). Menggunakan asam asetat cuka adalah yang relatif lebih mudah dan lebih murah dilakukan. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII).
Cara mencegah Kanker serviks
      Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yang menyebabkan kematian, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara :
  • Tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti
  • Rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual dan melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual
  • Memelihara kesehatan tubuh


Seberapa penting memakai vaksinasi HPV?
 Pada pertengahan tahun 2006 telah beredar vaksin pencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab kanker serviks. Vaksin ini bekerja dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkap virus sebelum memasuki sel-sel serviks. Selain membentengi dari penyakit kanker serviks, vaksin ini juga bekerja ganda melindungi perempuan dari ancaman HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin. Yang perlu ditekankan adalah, vaksinasi ini baru efektif apabila diberikan pada perempuan berusia 9 sampai 26 tahun yang belum aktif secara seksual. Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu tertentu. Dengan vaksinasi, risiko terkena kanker serviks bisa menurun hingga 75%. Ada kabar gembira, mulai tahun ini harga vaksin yang semula Rp 1.300.000,- sekali suntik menjadi Rp 700.000,- sekali suntik.
 Vaksin ini telah diujikan pada ribuan perempuan di seluruh dunia. Hasilnya tidak menunjukkan adanya efek samping yang berbahaya. Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah demam dan kemerahan, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan. Efek samping yang sering ditemui lainnya adalah berdarah dan gatal di tempat suntikan. Vaksin ini sendiri tidak dianjurkan untuk perempuan hamil. Namun, ibu menyusui boleh menerima vaksin ini.
Bisakah kanker serviks disembuhkan?
 Berhubung tidak mengeluhkan gejala apa pun, penderita kanker serviks biasanya datang ke rumah sakit ketika penyakitnya sudah mencapai stadium 3. Masalahnya, kanker serviks yang sudah mencapai stadium 2 sampai stadium 4 telah mengakibatkan kerusakan pada organ-organ tubuh, seperti kandung kemih, ginjal, dan lainnya. Karenanya, operasi pengangkatan rahim saja tidak cukup membuat penderita sembuh seperti sedia kala. Selain operasi, penderita masih harus mendapatkan erapi tambahan, seperti radiasi dan kemoterapi. Langkah tersebut sekalipun tidak dapat menjamin 100% penderita mengalami kesembuhan.
 
 

Jumat, 11 November 2011

FUNCTIONAL PROGRAM

 Pemrograman fungsional merupakan paradigma pemrograman yang memperlakukan perhitungan sebagai evaluasi fungsi matematika dan menghindari perubahan data. Sebuah program fungsional terdiri dari Ungkapan  E (mewakili kedua algoritma dan input ). Pemrograman fungsional  ditandai dengan nilai-nilai, fungsi dan bentuk fungsional.
            Banyak bahasa pemrograman mendukung pemrograman fungsional dan imperatif tetapi sintaks dan fasilitas bahasa biasanya dioptimalkan untuk hanya satu dari salah satu program, dan faktor-faktor sosial seperti konvensi coding dan perpustakaan sering kali memaksa programmer menuju salah satu program.
Bahasa pemrograman fungsional merupakan hasil abstraksi generalisasi dan pemetaan tipe data.
 Bahasa pemrograman fungsional yang penting untuk alasan berikut:
•        Fungsional program didistribusikan dengan tugas membebaskan  programmer dari
  modus perintah berpikir sekuensial kaku yang diperlukan untuk tugas perintah.
•        Pemrograman fungsional berguna untuk pengembangan spesifikasi eksekusi dan
  implementasi prototipe.
•        Pemrograman fungsional memiliki area aplikasi penting. Pemrograman kecerdasan
  buatan yang dilakukan dalam bahasa pemrograman fungsional dan teknik AI untuk
  bermigrasi ke aplikasi dunia nyata.
•        Pemprograman fungsional mendorong pemikiran pada tingkat yang lebih tinggi dari
  abstraksi dengan menyediakan fungsi tatanan lebih tinggi yang dimodifikasi dan
  menggabungkan program yang telah ada.

 Bahasa pemrograman fungsional berdasarkan Lambda - kalkulus. Lambda Kalkulus  berkembang dari sebuah upaya Alonzo Church dan Stephen Kleene pada awal 1930-an untuk meresmikan gagasan komputabilitas (juga dikenal sebagai constructibility dan calculability efektif).
            Perhitungan semantik operasional dalam kalkulus lambda adalah dengan menulis pengurangan ekspresi lambda untuk bentuk normal. Untuk lambda kalkulus, ekspresi lambda dikurangi dengan substitusi. Artinya, kasus dari parameter dalam program diganti dengan argumen. Berdasarkan Lamda Kalkulus skema merupakan keturunan LISP, meskipun memiliki fitur penting, pada bagian ini kita mengabaikan fitur ini dan berkonsentrasi pada kalkulus seperti fitur lambda Skema. Skema memiliki dua jenis benda, atom dan daftar. Atom diwakili oleh string atau karakter. Sedangkan daftar diwakili oleh urutan dari atom atau dipisahkan dengan karakter dan tertutup dalam tanda kurung.
            Lambda kalkulus adalah pengaruh langsung pada bahasa pemrograman LISP( List Prosessing ), panggilan dengan parameter nama melewati mekanisme Algol-60, dan substitusi tekstual dilakukan oleh generator makro.  Eksplisit penggunaan dan sistematis lambda kalkulus dalam ilmu komputer dimulai pada awal tahun 1960 oleh Peter Landin, Christopher Strachy dan lainnya yang memulai teori semantik formal untuk sebuah bahasa pemrograman yang disebut semantik denotational.  Semantik Denotational, disebut operasional`\ dinamis ', karena ia melihat fungsi sebagai urutan operasi. Tujuan dari bahasa semantik denotational yaitu, untuk memberikan nilai ekspresi masing - masing didalam suatu program. Kita dapat mengekspresikan semantik dari kalkulus lambda sebagai fungsi matematika, Eval, atau dari ekspresi ke nilai.
 Desain perangkat keras baru yang muncul untuk mendukung pelaksanaan langsung dari lambda kalkulus atau combinators mendukung eksekusi paralel dari program fungsional, menghilangkan beban (sisi-effects, sinkronisasi, komunikasi) untuk mengontrol paralelisme dari programmer. LISP (list processing) dirancang oleh John McCarthy pada tahun 1958. Pemakaian LISP diminati diberbagai bidang seperti mekanisasi pembuktian teorema, pemodelan kecerdasan manusia dan pengolahan bahasa alami. Dalam setiap bidang ini, list processing dipandang sebagai kebutuhan mendasar.
 Haskell Berbeda dengan LISP dan Scheme, Haskell merupakan bahasa pemprograman fungsional modern. Haskell merupakan bahasa modern yang dirancang oleh ahli logika Haskell B. Curry dan komite internasional. Tujuan desain haskell adalah untuk memiliki bahasa Haskell fungsional yang menggabungkan ide - ide baru, baik dalam mencari bahasa fungsional atau untuk pengajaran, penelitian dan aplikasi. Haskell memiliki instalasi overhead yang digabungkan dengan sistem tipe polimorfis, murni fungsional I / O, array, abstraksi data dan dapat menyembunyikan informasi.

Konsep Dasar Pemrograman

Pengertian Dasar Program adalah rangkaian instruksi-instruksi dalam bahasa komputer yang disusun secara logika dan sistematis.

Pengertian Pemrograman adalah suatu kumpulan urutan perintah ke komputer untuk mengerjakan sesuatu, dimana instruksi tersebut menggunakan bahasa yang dimengerti  oleh komputer atau dikenal dengan bahasa pemrograman.
Konsep Dasar Pemrograman pada umumnya adalah IPO (Input Proses Output), lalu dikembangkan mejadi :
Originating -> input -> proses -> Output -> Distribution
||
Storage

Originating


Berhubungan dengan pengumpulan data yang biasanya merupakan pencatatan data kedokumen dasar. Setelah dikumpulkan dilakukan proses input.
Input
Tahapan ini merupakan proses pemasukan data kedalam proses komputer melalui peralatan input.
Proses
Tahap ini merupakan proses pengolahan data dari data yang sudah diinput berupa proses    menghitung membandingkan, mengurutkan, mengklasifikasikan, mengendalikan dan mencari di storage.
Output
Tahap ini merupakan proses untuk menghasilkan keluaran dari proses pengolahan data ke peralatan output berupa informasi (monitor, speaker, dsb)
Distribution
Tahap ini merupakan proses penyebaran informasi kepada pihak-pihak yang berhak dan membutuhkan informasi.
Storage
Tahap ini merupakan perekaman hasil pengolahan data storage yang nantinya dapat dipergunakan untuk input proses selanjutnya.

DATA 


Data adalah bahan mentah yang akan diolah menjadi informasi sehingga  dapat dipergunakan oleh user atau pemakai.

1. Tipe Data Dasar : Merupakan tipe data primitif yang tidak terstruktur yang didefinisikan oleh bahasa pemrograman.
Tipe data dasar dibagi menjadi lima bagian yaitu :
a. Numerik, yaitu menyimpan data berupa angka
b. Enumerasi, yaitu suatu urutan list dari nilai-nilai yang berbeda.
c. Boolean, yaitu tipe data untuk merepresentasikan True atau False.
d. Character, yaitu tipe data untuk menyimpan rangkaian karakter.
e. Internationalization, disebut I18N

2. Tipe Data Terstruktur : Merupakan tipe data campuran dari berbagai tipe data dasar. Contohnya array, record, string, list dan file.

3. Tipe Data didefinisikan oleh Pemakai : Tipe data ini biasanya disebut Enumerasi.

4. Tipe Data Penunjuk : Contoh tipe data penunjuk adalah pointer

Model Komputasi


Model Komputasi adalah suatu kumpulan dari nilai dan operasi-operasi. Ada 3 dasar model komputasi :
1. Model Fungsional, yaitu model perhitungan yang fungsional terdiri dari satu set nilai-nilai, fungsi dan operasi, aplikasi, fungsi dan komposisi fungsi.
2. Model Logika, yaitu logika model perhitungan terdiri dari suatu set nilai-nilai, definisi hubungan dan kesimpulan logis.
3. Model Imperative, yaitu model perhitungan yang imperative terdiri dari satu set nilai-nilai yang mencakup suatu status dan operasi tugas-tugas untuk memodifikasi status tersebut.

Prinsip Bahasa Pemrograman


Empat prinsip dasar perancangan bahasa pemrograman adalah:
1. Sintaks, menjelaskan bagaimana struktur program yang benar.
2.Tipe sistem dan semantik, menunjukkan tipe nilai yang dapat dimanipulasi oleh program dan arti(semantik) dari program, mencakup juga aturan penamaan entitas (variabel,fungsi,class,parameter,dll).
3. Manajemen memori, menunjuk kepada sekumpulan teknik yg membantu kita untuk memahami pemetaan letak dari nilai, struktur data, dan struktur program di dalam memori.
4. Exception handling, mengenai penanganan exception (hal-hal yang tak terduga seperti kesalahan input ketika menjalankan program).

Definisi Sintaks, Semantik, dan Pragmatik


Sintaks   : Aturan gramatikal / komposisi suatu program yang mengatur tata cara penulisanhuruf, angka dan karakter lain.
Contoh : Pada pembuatan program Pascal antara 2 statement dipisahkan oleh ; (titik koma)
X:=1;  X:=X+1;
Semantik : Mendefinisikan arti dari program yang benar secara sintaks dari bahasa pemrograman tersebut.
Contoh : Pada pembuatan program C
int vector[10]
Arti semantiknya akan menyebabkan ruang sebanyak 10
Pragmatik  : Kemampuan pemakai dalam mengaitkan kalimat dengan kontek-kontek yang sesuai bagi kalimat tersebut.
Contoh : (A+B)*(A-B)